gitu deh
gitu deh.
anggurin aja blog nya.
"How, then, can I tell you of my love? Strong as the eagle, soft as the dove, Patient as the pine tree that stands in the sun. And whispers to the wind-- 'You are the one!'" Indian Love Poem
tadi aku kan bohong sama kamu, sebenernya hari ini bukan 2, tapi lagi2 3 sachet racun yang sudah masuk ke badan aku...
........adalah jumlah racun yang saya masukkan ke perut saya hari ini
jangan katakan pada orang tua saya..
aku mohon padaMu....
tampakkanlah padanya kebaikan yang ada pada diriku...
dan sembunyikanlah kekurangan – kekurangan diriku...
Engkaulah maha pengabul doa..
Kabulkanlah doa hamba Mu ini...
Ahirnya, selesai juga Les Miserables dibaca….
Pusing euy bacanya.. terlalu berat buat saya. Mungkin, kalau dibuat film serial bagus juga. Pasti jadi serial yang mengharu biru, karena semua gembel di novel itu memiliki kisah panjang yang menyedihkan dan juga kelam.
Hm… mungkin ini gara2 terlalu sering menonton televisi…
Nokia--connecting people—adalah salah satu tagline produsen telepon genggam merek Nokia yang sangat melekat di ingatan saya. Ada beberapa kemungkinan penyebab yang bisa dianalis melalui pendekatan ilmu marketing atau periklanan, tapi yang memiliki kemungkinan paling besar adalah karena inilah merek telepon genggam yang pertama kali saya miliki. Hp sejuta umat, begitu istilah yang dilekatkan bagi telepon genggam 5100 Nokia saya karena begitu banyaknya orang yang menggunakan. Sudah 10 tahun saya menggunakan telepon genggam (tentu saja sekarang bukan 5100 lagi yang saya gunakan), hampir tidak ada keluhan dan kesulitan sama sekali dalam menggunakannya. Bagi saya telepon genggam adalah telepon rumah yang bisa dibawa kemana saya suka, plus dengan paket hemat nya yaitu sms alias pesan singkat. Selain karena masalah harga telepon genggam yang cukup tinggi buat saya, juga dengan munculnya jenis2 telepon genggam baru setiap saat dengan teknologi yang berbeda tapi memiliki kemiripan buat saya yang buta teknologi, membuat saya memilih untuk menetapkan komitmen terhadap diri sendiri bahwa telepon genggam adalah telepon rumah yang bisa dibawa kemana saya suka. Sehingga, buat saya, telepon genggam adalah alat agar saya merasa mudah menghubungi dan dihubungi oleh orang lain. Tentu saja oleh orang yang berarti buat saya. Maka kekhawatiran, dan terkadang juga kekecewaan, adalah perasaan yang muncul seketika pada saat telepon genggam tidak bisa memenuhi keinginan saya yang sederhana itu.Sebagai penghubung antara saya dengan orang2 yang penting buat saya.